MEMPRODUKSI TEKS MENGGUNAKAN METODE SAINTIFIK BERBASIS PROYEK

MEMPRODUKSI TEKS MENGGUNAKAN METODE SAINTIFIK BERBASIS PROYEK

 

Layaknya membangun sebuah menara terlebih dahulu dilakukan pengamatan lokasi  dan perencanaan yang matang terkait kerangka bangunan, materi, biaya dan waktu diperlukan. Hal ini dilakukan supaya menara yang dibangun sesuai dengan apa yang diharapkan. Begitu pula ketika memproduksi sebuah teks diperlukan pengamatan serta perencanaan yang matang sebelum mulai menyusunnya agar teks yang dibuat tersaji dengan susunan yang apik, yakni padu dari segi bentuk (kohesif) maupun maknanya (koheren) sesuai dengan yang diinginkan penulis. 

Perencanaan inilah  yang selanjutnya disebut dengan proyek yang diikat dengan metode saintifik/ilmiah yang dimulai dari proses 1) mengamati; 2) menanya; 3) mengumpulkan informasi; 4) mengasosiasi/menganalisis data; dan pada akhirnya  5) memublikasikan (5 M) secara lisan maupun tulisan teks tersebut. Kelima tahapan ini dalam praktiknya secara implisit terkumpul dalam tiga tahapan produksi 1) tahapan pengumpulan data, 2) tahapan penganalisisan data, hingga 3) tahap penyajian hasil analisis data (Mahsun, 2014).

Tahapan-tahapan ini dilakukan secara sistematis, terkontrol, empiris dan kritis sesuai dengan ciri-ciri metode saintifik/ilmiah. Sistematis maksudnya, bahwa kegiatan yang dilakukan haruslah berlangsung secara sistematis . Dalam hal ini, setiap tahapan yang dilalui haruslah berurutan tidak boleh dibolak-balik antara satu tahapan dengan tahapan yang mengikutinya. Terkontrol memiliki maksud bahwa setiap tahapan haruslah dapat dikendalikan batasan untuk memulai dan mengakhirinya. Empirik, bahwa kegiatan tersebut haruslah didsari berdasarkan hasil pengamatan. Kritis memiliki makna bahwa setiap  tahapan yang dilakukan memiliki hubungan yang erat, yakni sebelum menuju ke tahapan selanjutnya  haruslah dilakukan telaah terhadap proporsi-proporsi ilmiah yang telah ditentukan sebelumnya.

Singkatnya, seluruh tahapan-tahapan dalam memproduksi teks melalui metode ilmiah/saintifik mulai dari pengumpulan data, penganalisisan data dan penyajian hasil analisis data haruslah direncanakan (diproyeksikan) secara matang yang selanjutnya disebut dengan metode saintifik berbasis proyek (Mahsun, 2014).

Supaya mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai penyusunanan teks melalui metode ilmiah berbasis proyek maka berikut disajikan beberapa komponen yang harus termuat dalam komponen dalam desain proyek/perencanaan siswa:

 Komponen-komponen yang termuat dalam desain proposal/Proyek peserta didik

Judul/opic proyek:

Penyusunan Teks

Jenis Tugas:

Kerja Kelompok/mandiri

Sumber Bahan:

a. objek tertentu

b.  informan/narasumber

c.  Karya Sastra

d.  Diri sendiri

e.  Lainnya

 

 

Cara Pengumpulan Bahan/data/informasi

a.    Observasi

b.    wawancara

c.    studi pustaka

d.    introspeksi

Cara analisis bahan berupa:

pengolahan/data/fakta/informasi menjadi pernyataan:

a. Kalimat

b. Paragraf

c. penggabungan paragraf

Wujud/Hasil Analisis:

Teks…

Cara Pelaporan:

Lisan/Tulisan/Publikasi

Jadwal pelaksanaan sampai pelaporan

Memuat alokasi waktu semua kegiatanmulai dari  pengumpulan sampai pelaporan

Pencantuman nama peserta didik/kelompok:

-

(Mahsun, 2014)

 Berikut contoh usulan proyek/perencanaan penyusunan teks naratif

1.Judul/Topik Proyek

Penyusunan Teks Naratif

2.Jenis Tugas

Kerja Mandiri

3.Sumber bahan

Informan/Narasumber

4.Cara  Pengumpulan bahan

Wawancara

Kalimat-kalimat tanya:

1.Siapakah yang mengalami peristiwa itu?

2. Apakah peristiwa yang dialami itu?

3. Kapan peristiwa itu terjadi?

4. Di manakah peristiwa itu terjadi?

5. Masalah apakah yang timbul akibat peristiwa itu?

6. Bagaimanakah pemecahan/solusi masalah yang dilakukan oleh pelaku?

5.Cara Menganalisis Bahan

Mengolah informasi menjadi kata, kalimat, dan paragraf

6.Wujud Hasil

Teks naratif tentang "Listrik Masuk Desa"

7.Cara Pelaporan/Pengomunikasian

Tulisan

8.Jadwal Pelaksanaan

Proyek dilaksanakan selama 6 hari

a.Hari pertama dan kedua dilakukan pembuatan usul proyek

b.Hari ketiga dan keempat dilakuan pencarian dan pengumpulan informasi melalui wawancara,

c.Hari kelima dan keenam pengolahan informasi menjadi pernyataan verbal berupa kalimat dan paragraf lalu menyusunnya dalam bentuk teks anekdot

9.Nama Siswa

-

   

     Setelah penyusunan teks proyek/perencanaan kemudian dilakukan tahapan produsi teks naratif menggunakan metode saintifik/ilmiah berikut mulai dari pengumpulan data, penganalisisan data sampai tahap penyajian hasil analisis data.

 

TAHAPAN PRODUKSI TEKS NARATIF MENGGUNAKAN METODE SAINTIFIK

 

Langkah 1: Pengumpulan Data

No.

Pertanyaan

Jawaban: Data/Informasi/Fakta

1.

Siapakah yang mengalami peristiwa  itu?

Pelaku Utama: Saya

Pelaku lain: teman pelaku utama

2.

Peristiwa apakah yang dialami itu?

1.Listrik  masuk desa

2.Belajar malam

3.Listrik Padam

3.

Kapan peristiwa itu terjadi?

Saat belajar bersama

4.

Di manakah peristiwa itu terjadi?

Rumah pelaku utama

5.

Masalah apakah yang timbul akibat peristiwa itu?

1.Gelap

2.Panik

3.Tidak dapat belajar

6.

Bagaimanakah pemecahan/solusi masalah yang dilakukan oleh pelaku?    

    1.Menyalakan lilin

    2.Belajar Kembali

    3.Menyelesaikan PR

Langkah 2. Analisis Data tahap 1

No.

Struktur Teks

Data/Informasi/Fakta Pendukung

1.

Pengenalan/orientasi

1.Pelaku Utama: Saya dan Temannya

2.Listrik masuk desa

3.Baru saja

4.Belajar malam

5.Menonton televisi malam hari

6.Listrik padam

7.Saat belajar bersama

8.Rumah pelaku utama

2.

Masalah/Komplikasi

1.Gelap

2.Panik

3.Tidak dapat belajar

3.

Pemecahan masalah

1.Menyalakan lilin

2.Belajar kembali

3.Menyelesaikan PR

Pada analisis tahap pertama mengelompokkan informasi/fakta yang dapat menjadi pendukung isi setiap struktur teks.

Langkah 2. Analisis Data tahap 2

No.

Struktur Teks

Data/Informasi/Fakta Pendukung

1.

Pengenalan/orientasi

1.Di desa saya baru masuk listrik

2.Saya dan teman sudah dapat belajar pada malam hari

3.Saya dan teman sudah dapat menonton televisi pada malam hari.

2.

Masalah/Komplikasi

1.Ketika  sedang belajar bersama, listrik padam.

2.Kami panik karena gelap

3.Kami tidak dapat belajar lagi




3.

Pemecahan masalah

1.Kami menyalakan lilin sebagai pengganti listrik

2.Kami dapat belajar kembali.

3.Kami dapat menyelesaikan pekerjaan rumah.s

Analisis tahap kedua, mengubah informasi/data menjadi susunan kalimat yang baik dan benar.

Tahap 2. Analisis Data tahap 3

No.

Struktur Teks

    Konstruksi Teks

1.

Pengenalan/orientasi

       Di desa saya baru masuk listrik. Saya dan teman sudah dapat belajar  dan menonton televisi pada malam hari.

2.

Masalah/Komplikasi

       Ketika sedang belajar bersama, listrik padam. Kami panik karena gelap dan tidak dapat belajar lagi.

3.

Pemecahan masalah

       Kami menyalakan lilin sebagai pengganti listrik. Kami dapat belajar kembali dan menyelesaikan pekerjaan rumah.

Analisis data tahap 3 menggabungkan kalimat menjadi paragraf

 

Langkah 2. Analisis Data tahap 4 (Mulai Menggunakan Kata/Frasa Penghubung)

 

No.

Struktur Teks

Konstruksi Teks

1.

Pengenalan/orientasi

Di desa saya baru masuk listrik. Kami sudah dapat belajar  dan menonton televisi pada malam hari.

2.

Masalah/Komplikasi

Ketika sedang belajar bersama, listrik padam. Kami panik karena gelap dan tidak dapat belajar lagi.

3.

Pemecahan Masalah

Kami menyalakan lilin sebagai pengganti listrik. Oleh karena itu, kami dapat belajar kembali dan menyelesaikan pekerjaan rumah.

Analisis data tahap empat merupakan penyempurnaan pada tahap sebelumnya, yakni menambahkan kata/frasa konjungsi maupun menyunting kalimat yang dirasakan kurang efektif.

Analisis data tahap empat di atas kemudian bisa dikembangkan kembali sesuai dengan informasi/data yang didapatkan sampai analisis data siap disajikan/dipublikasikan.

Referensi:

Mahsun. 2014. Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: PT.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBANG SASAK

SEJARAH SASAK

LEGENDA