MACAM-MACAM KONJUNGSI
MACAM-MACAM KONJUNGSI
Penyusunan sebuah teks tidak terlepas dari penggunaan konjungsi/kata penghubung sebagai unsur paling vital yang membangun teks secara koheren dan kohesif. Dalam praktiknya, tidak jarang kita menemukan penggunaan kata penghubung yang menoton yang menyebabkan teks tersebut tidak terlihat menarik. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang penulis terutama pemula mengetahui fungsi dan jenis-jenis konjungsi.
Secara umum jika dilihat dari segi letak konjungsi tersebut pada kalimat, maka konjungsi dapat dibagi menjadi dua, yakni konjungsi internal (intrakalimat) dan konjungsi eksternal (antarkalimat). Konjungsi Intrakalimat yang dimaksud adalah konjungsi yang memiliki tugas untuk menghubungkan dua klausa di dalam kalimat. Konjungsi ini memiliki tiga bentuk, antara lain a) hubungan koordinatif (setara), misalkan: Abdullah masih berumur 9 tahun, akan tetapi perestasinya sudah mendunia; b) hubungan korelatif: hubungan saling mengait di antara bagian-bagian kalimat, misalkan: Pohon mangga itu tidak hanya berdaun lebat, tetapi juga memiliki buah yang banyak dan besar; c) hubungan subordinatif, hubungan kebergantungan di antara induk kalimat dan anak kalimat, contohnya: bangunan bersejarah ini haruslah tetap dirawat supaya anak cucu kita mengenal sejarah peradaban nenek moyangnya di masa lalu. Adapun, jenis konjungsi kedua adalah konjungsi eksternal (antarkalimat), yakni konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain (antarkalimat). Salah satu ciri dari konjungtor ini adalah selalu memulai satu kalimat yang baru sehingga huruf pertamanya ditulis menggunakan huruf kapital. Contohnya: Mereka menanam pohon di kebun milik keluargaku. Setelah itu, mereka pergi ke pasar untuk membagikan masker kepada pedagang (Lihat Kurniawan (2012) dan Alwi, dkk. (2010)).
Sementara itu, dikutip dari penjelasan Prof. Mahsun, konjungsi internal dan eksternal terbagi menjadi beberapa jenis dengan sub-sub jenisnya. Adapun konjungsi tersebut dipaparkan pada tabel di bawah ini:
KOJUNGSI INTERNAL (INTRAKALIMAT)
|
JENIS |
SUBJENIS |
SUB-SUBJENIS |
WUJUDNYA |
|
Waktu |
berurutan |
mengurutkan |
Kemudian, lalu, terus, pertama, yang pertama, kedua/yang kedua, faktor pertama/kedua, berikutnya, selanjutnya, |
|
mengakhiri |
Akhir nya, dan yang terakhir |
||
|
simultan |
bersamaan |
Sementara itu, |
|
|
konskuensi |
Penyimpulan menyamakan |
menyimpulkan |
Sehingga, Maka(nya), nah, untuk itu (lah), jadi (nyalah), itu sebabnya, oleh sebab itu, karena itu (lah), akibatnya, kalau begitu, pendek kata, intinya, yang peting, yang jelas, jelas kayaknya. |
|
menjustifikasi |
Maklum, justru, pastinya, seharusnya, nah, jujur saja, sejujurnya, pokoknya. |
||
|
Penistaan/pengkaunteran |
Mengakui dengan syarat |
Tentu saja, tentu pantas |
|
|
Tidak diharapkan |
Ternyata |
||
|
pembandingan penambahan |
menyamakan |
Membandingkan |
Ibaratnya |
|
|
Menjelaskan kembali |
Misalnya, yakni, yaitu, contoh (nya), contoh, sederhananya, di antaranya, seperti, berarti, artinya, maksudnya, pada dasarnya, biasanya, umumnya, secara umum, lebih dari (semua itu), buktinya, pastinya, rata-rata, pokoknya |
|
|
menyesuaikan |
Padahal, memang, sesungguhnya, sungguh, sejatinya, sebenar/sebetulnya, kebetulan, kenyataannya, faktaya, pada kenyataannya, terus terang, toh. |
||
|
Membedakan |
mempertentangkan |
Sebaliknya, sayangnya, sementara itu, sedangkan, bedanya lagi, di satu sisi/kutub, di ujung yang lain, ironisnya, adapun, tapi, namun, lagi-lagi |
|
|
pengembangan |
Mengarahkan kembali |
Tetapi, tapi, namun, meskipun, meski, begitu, cuma, meski dmeikian, walau begitu, akan tetapi, yang jelas… |
|
|
Lebih dari |
Bahkan |
||
|
imbuhan |
Lagi pula, lagipun, begitu juga, pula, begitu pun, lebih jauh, |
||
|
|
|
pilihan |
Atau |
|
pertahapan |
persangkaan |
Kini, sekarang, sekarang ini, kali ini, konon, alkisah, saat, pas, yah, wah, ya, ah, ahm, yup, yap, ah, duh, waduh, uhh, he he… |
|
|
pengalihan |
Ngomong-ngomong |
KONJUNGSI (ANTARKALIMAT)
|
JENIS |
SUBJENIS |
SUB-SUBJENIS |
WUJUDNYA |
|
Waktu |
Simultan |
Dekat |
Ketika, selama, (se)waktu, sedang, saat, giliran, pas, seiiring, sambil, sementara, sekaligus. |
|
Teratarai |
Tiba-tiba |
||
|
JENIS |
SUBJENIS |
WUJUDNYA |
|
|
Konskuensi |
sebab |
Sebab, karena, mengingat, gara-gara, pasalnya, soalnya, masalahnya, logikanya, |
|
|
akibat |
maka, sampai, makanya, wal hasil, hasilnya, buntunya, akibatnya, bermuara |
||
|
konsesi |
|
Meskipun, meski, walaupun, walau, biar pun, kendati, padahal |
|
|
cara |
|
Dengan,, dengan cara |
|
|
tujuan |
|
Biar, demi, untuk, guna, supaya, buat, agar |
|
|
kondisi |
|
Jika, kalau, kalaupun, bila, asal, seandainya, bahkan, jika, hanya kalau |
|
|
penambahan |
imbuhan |
Tidak/bukan hanya, Tidak/bukan saja….tetapi/juga, selain juga/ternyata, dan, juga, apalagi, begitu pula/pun/ juga, demikian juga, belum lagi, di samping itu, lagi pula, selain itu, tidak/tak hanya |
|
|
pilihan |
Atau |
||
Disadur dari Materi Perkuliahan Prof. H. Mahsun, M.S.
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa konjungsi internal dibagi atas beberapa jenis, yakni: konjungsi waktu, konskuesi, pembandingan dan penambahan. Adapun, konjungsi eksternal terdiri atas beberapa jenis pula, yaitu: konjungsi waktu, konskuensi, konsesi, cara, tujuan, kondisi dan penambahan. Dalam pada itu setiap jenis konjungsi tersebut memiliki sub-sub jenis pula.
Demikianlah pemaran singkat mengenai konjungsi mudah-mudah bermanfaat. Jika ada pertanyaan bisa dilayangkan pada kolom komentar di bawah ini.
Referensi:
Alwi, Hasan. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kurniawan, Khaerudin, 2012. Bahasa Indonesia Keilmuan untuk Perguruan Tinggi. Bandung: Refika Aditama.
Materi Perkuliahan Prof. H. Mahsun, M.S. 2018.
Komentar
Posting Komentar